Wajib Baca! Ini Tanda & Cara Mencegah Laptop Overheat

May 20, 2021 | 4 menit membaca

Saat beraktivitas secara remote seperti dewasa ini, kamu mungkin telah menggunakan laptop secara berlebihan. Kamu lantas lupa bahwa laptop juga bisa mengalami kelelahan. Tandanya, laptop mengalami overheat atau mengalami panas berlebih, tidak selalu berupa panas pada laptop, namun dapat juga berupa penurunan performa hingga kerusakan layar. 

Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak uraiannya di bawah ini.

Tanda-Tanda Laptop Overheat dan Penyebabnya

Kamu mungkin tidak menyadari ketika laptop kamu mengalami overheat. Karena itu, cek tanda-tanda berikut untuk memastikan apakah laptop kamu mengalami overheat atau tidak.

  1. Kipas laptop kamu mengeluarkan suara bising secara terus-menerus. Tentunya suara bising yang berbeda dari biasanya saat digunakan sehari-hari.
  2. Kinerja laptop jadi lambat atau lemot, bahkan untuk melakukan pekerjaan dasar seperti membuka browser atau mengetik di Word. Hal ini terjadi karena sistem berusaha menurunkan performa laptop supaya suhu laptop tidak terlalu panas. 
  3. Saat sedang digunakan, muncul tanda error yang tidak diketahui penyebabnya.
  4. Muncul garis pada layar LCD yang disebabkan oleh panas di laptop yang menempel pada LCD.
  5. Laptop tiba-tiba shutdown dengan sendirinya. Hal ini terjadi sebagai antisipasi yang dilakukan laptopmu. Jika suhu sudah terlalu panas, maka sistem akan otomatis shutdown laptop
  6. Sistem freeze dan laptop tidak dapat dijalankan sama sekali, menyebabkan kamu harus melakukan shutdown paksa. Jika sering dilakukan, maka laptop kamu akan cepat rusak.
  7. Area tertentu pada laptop akan terasa sangat panas (jika suhu pada permukaan laptop lebih dari 60 derajat celcius), misalnya di area tempat baterai, RAM, prosesor, atau kipas berada. Jika sudah parah, panas tersebut bahkan terasa sampai ke bagian atas laptop, seperti area touchpad.

Bagaimana overheat pada laptop dapat terjadi? Sebenarnya, sama seperti manusia yang butuh istirahat saat bekerja, laptop pun demikian. Laptop akan kelelahan dan mengalami overheat jika terus-menerus digunakan. 

Selain itu, penyebab laptop mengalami overheat juga dapat berasal dari lingkungan eksternal misalnya suhu ruangan yang terlalu panas atau adanya barang sekitar yang dapat menghalangi sistem pendingin laptop untuk bekerja secara maksimal.

Secara teknis, laptop overheat terjadi karena sistem pendingin atau kipas laptop tidak bekerja dengan baik. Namun, untuk mencapai kesimpulan ini, kamu perlu mengamati juga pemakaian laptop, apakah kamu menggunakannya secara berlebihan atau tidak. 

Baca juga: Cara Membersihkan RAM di Laptop Biar Nggak Lagging

Sistem pendinginan laptop memang dapat rusak karena kipas dan ventilasi udara yang tertutup debu atau pasta thermal pada processor yang sudah kering. Sistem pendingin laptop akan terganggu jika kamu meletakkan laptop di atas permukaan yang lunak (tidak datar) seperti di atas kasur atau sofa. 

Selain itu, kenali juga pembuangan udara atau jendela sirkulasi pada laptop, usahakan tidak tertutupi sesuatu ketika sedang dipakai. Seperti tertutup buku, tas, sudut meja atau dinding ruangan. Hal ini menyebabkan sirkulasi udara panas yang seharusnya dibuang oleh kipas menjadi terhambat dan menyebabkan udara panas tertahan di dalam laptop. Di sisi lain, pemakaian laptop yang berlebihan juga sering kali menjadi penyebab laptop overheat. 

Cara Mencegah Laptop Overheat

Melihat tanda-tanda dan penyebab laptop mengalami overheat yang disebutkan di atas, sekarang kamu harus lebih memperhatikan perawatan laptop agar tidak mengalami panas berlebih yang nantinya dapat menyebabkan kerusakan.

  • Pertama, selalu istirahatkan laptop setelah dipakai. Matikan laptop dengan cara yang benar atau dengan melakukan shutdown, jangan hanya menutup laptop, dan hindari laptop pada mode sleep yang terlalu lama.
  • Kedua, hindari menggunakan laptop ketika sedang di-charge karena itu akan membebani laptop dan baterai yang sedang diisi. Kamu dapat install program untuk mengecek suhu internal laptop secara berkala, seperti SpeedFan dan Real Temp. Jadi, kamu dapat selalu memantau suhu laptop kamu agar tidak sampai mengalami overheat.
  • Ketiga, melakukan perawatan terhadap sistem pendinginan laptop. Bersihkan debu pada kipas dan ganti pasta thermal secara berkala setahun sekali. Jika tidak bisa melakukannya sendiri, kamu dapat membawa laptop ke toko servis laptop untuk membersihkan sistem pendingin laptop. 
  • Keempat, selalu pastikan laptop kamu bebas virus atau malware karena virus bisa menyebabkan sistem laptop terus bekerja. Hal ini dapat menguras memori dan CPU sehingga akan membuat suhu laptop terus meningkat. Selain itu, pastikan juga kamu tidak install aplikasi atau software sembarangan karena ada kemungkinan dihinggapi virus. 
  • Kelima, gunakan cooling pad untuk membantu melancarkan sirkulasi udara dalam laptop dan menjaga laptop tetap dingin. Menggunakan laptop di ruangan dengan sirkulasi udara yang lancar juga dapat membantu memudahkan kerja kipas laptop. Jangan gunakan laptop di area yang panas, seperti dapur.

Baca juga: Bebas Kuman! Membersihkan Keyboard Kurang dari 4 Menit!

Selain menggunakan cara-cara di atas untuk mencegah laptop mengalami overheat, kamu dapat memilih laptop dengan thermal design terbaik agar dapat menjaga sistem pendinginan laptop bekerja dengan maksimal. Laptop Acer Spin 5 Lite (SP513-55N) mendukung kapasitas heat-transfer hingga 30% lebih baik berkat thermal design baru yang mampu mengontrol heat flow dengan maksimal, lho. Laptop convertible ini dapat menjadi pilihan bagi kamu yang menginginkan laptop tangguh anti-overheat untuk teman kerja dan berkarya berjam-jam.

Cara-mencegah-laptop-overheat-image

Pastikan jangan sampai laptop overheat yang menyebabkan kerusakan parah sehingga tidak lagi dapat digunakan. Perhatikan tanda-tanda di atas dan rawat selalu laptop!