Apa Itu Lumens Pada Proyektor & Bagaimana Cara Kerjanya?

April 8, 2021

Sama seperti memilih laptop, sebelum memilih proyektor pun ada beberapa fitur penting yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah Lumens atau ANSI Lumens yang merupakan satuan untuk tingkat kecerahan proyektor. Namun, bagaimana cara kerja Lumens dan seberapa pentingnya Lumens bagi sebuah proyektor. Simak penjelasannya di sini.

Pengertian Lumens Proyektor

Lumens atau ANSI Lumens pada dasarnya merupakan satuan untuk menghitung kekuatan cahaya. ANSI sendiri merupakan singkatan dari American National Standards Institute yang menetapkan standar Lumens ini. Jika diibaratkan, cahaya yang dihasilkan dari sebuah lilin kurang lebih dapat bernilai 14 Lumen dan cahaya matahari pada siang hari itu terukur mencapai lebih dari 100.000 Lumens. Dengan kata lain, semakin tinggi nilai Lumens yang dihasilkan suatu objek cahaya, berarti semakin tinggi pula tingkat kecerahannya.

Lumens-projector-image

Dalam proyektor untuk kebutuhan harian, baik untuk pekerjaan maupun hiburan, rata-rata Lumens yang dihasilkan berkisar di angka 2000 Lumens. Namun, beberapa proyektor memiliki nilai Lumens yang lebih tinggi dan menawarkan tingkat kecerahan maksimal, seperti dalam Acer Proyektor BS-120PV yang memiliki tingkat kecerahan mencapai 4.000 Lumens. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan tampilan visual yang cerah sehingga tampilan visual yang dihasilkan juga lebih nyaman dipandang. Terutama di ruangan dengan pencahayaan yang terang.

Baca juga: Tips Kegiatan di Rumah Menggunakan Proyektor, Dicoba Yuk!

Bagaimana Cara Kerja Lumens?

Lumens dalam proyektor bekerja seperti pemancar yang memancarkan cahaya dari lampu bohlam, lalu memantulkan kembali sehingga menjadi tampilan yang dapat ditangkap oleh mata kamu. Karena itu, jarak antara proyektor dengan layar atau permukaan yang ingin dijadikan layar juga harus diperhitungkan. Jika jaraknya terlalu jauh, tentu tampilan visual yang dihasilkan tidak akan setajam dan sejernih seharusnya. 

Nilai Lumens dalam proyektor memang menjelaskan seberapa terang cahaya yang berasal dari lampu proyektor dan seberapa baik tampilan visual yang akan ditampilkan di layar. Lumens yang tinggi mampu memberikan tampilan visual yang lebih tajam di ruangan yang lebih besar. 

Sebagai contoh, proyektor bioskop memiliki nilai 20.000 Lumens. Sementara itu, jika kamu menggunakan proyektor di ruang keluarga dengan lampu yang menyala, kamu masih bisa menikmati tampilan visual dengan nyaman menggunakan proyektor dengan 4.000 Lumens.

Selain harus memperhatikan lebar ruangan dan jarak antara proyektor dengan layar, kamu juga harus memperhatikan cahaya di sekitar. Lumens terpengaruh oleh cahaya sekitar sehingga akan semakin redup jika kamu berada di ruangan yang terang. Kesimpulannya, semakin besar suatu ruangan saat menggunakan presentasi dengan proyektor, maka semakin besar Lumens yang harus digunakan. 

Cahaya apapun yang muncul di ruangan tempat kamu menggunakan proyektor akan mempengaruhi output cahaya dari proyektor. Sama seperti di bioskop yang harus gelap gulita, jika ingin kualitas visual proyektor kamu maksimal, kamu juga mungkin perlu membuat ruangan itu terlindung dari cahaya di luar.

Baca juga: Simak Cara Kerja Kehebatan Teknologi 3D Pada Proyektor

Lumens dalam proyektor memang merupakan salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan sebelum memilih proyektor untuk memenuhi kebutuhanmu. Semakin tinggi Lumens sebuah proyektor, maka tampilan visual yang dihasilkan juga semakin cerah. Jika didukung dengan resolusi yang lebih tinggi, maka kamu bisa mendapatkan visual yang memuaskan.