Teknologi Wujudkan Keajaiban Bagi Yang Mempercayainya

May 3, 2013

Mimpi kali yee..!!

Kalimat ini terkesan meledek, lucu, atau tidak serius, namun ketahuilah bahwa kalimat ini bisa mempengaruhi psikologi seseorang. Bukannya lebih baik kita ucapkan ‘Bukan mimpi kali yee..’?

Saya pernah menjadi gadis kecil dengan banyak impian. Namun satu persatu mimpi itu harus dikubur, hanya karena tidak saya dengar kalimat yang memberikan support dari sekitar, justru kalimat yang cenderung meragukan kemampuan. Tidak pernah berani maju memperjuangkan mimpi karena minder duluan dengan kalimat-kalimat yang menjatuhkan, seakan-akan impian itu terlalu tinggi dan tidak masuk akal untuk saya.

Saat beranjak dewasa, saya menyadari kesalahan saya, yaitu terlalu mendengar omongan negatif yang tidak bermanfaat. Kini, keraguan itu saya manfaatkan sebagai cambuk untuk membuktikan bahwa saya sanggup mewujudkannya, melebihi kekurangan-kekurangan saya.

Banyak kisah nyata teman-teman yang sekarang sukses menjadi artis terkenal, orang kreatif, atau pengusaha hebat. Saya kagum melihat usaha mereka dalam mencapainya. Dulu berpikir, ”Kapan giliranku ya?’.

Satu di antara mereka bahkan memulainya dengan menjadi pekerja serampangan untuk sebuah band yang sudah punya nama. Gelar Sarjana dari perguruan tinggi negeri tidak dijadikannya beban dalam memanggul alat-alat musik untuk persiapan manggung atau beres-beres sesudahnya. Hingga akhirnya ia menjadi lead vocal di band yang singlenya sering bertengger di puncak tangga lagu itu.

Saya masih ingat juga saat satu teman saya berkhayal ”Suatu saat aku akan berada di panggung besar dan cewek-cewek meneriakkan namaku”. Waktu itu teman-teman menertawakannya, dan saya hanya bisa tersenyum, meski dalam hati saya tahu dia bisa. And he did it! Sekarang dia menjadi vokalis band yang banyak dielu-elukan, persis seperti impiannya.

Kisah yang banyak menjadi inspirasi para calon pemimpin dunia saat ini adalah pria yang pernah tinggal di kampung Menteng Dalam, Jakarta. Pria ini selalu konsisten dengan cita-citanya. Ya, dia adalah Barrack Obama, Presiden USA saat ini. Obama kecil selalu menjawab dengan tegas setiap ditanya mengenai cita-cita. Jawabannya tetap ”ingin menjadi presiden”. Melihat sosok bocah kulit hitam ini, mungkin orang hanya bisa tersenyum mendengar jawabannya. Tetapi coba lihat dia sekarang! Yes, you can!

Bagaimana dengan impian saya sendiri?

Lima tahun lalu saya memutuskan untuk keluar dari lingkungan yang penuh dengan negative thinking, dan pindah ke lingkungan yang memberikan semangat positif. Beruntunglah saat itu saya jeli melihat peluang dunia digital.

Empat tahun lalu saya membuat blog yang mengangkat nama saya melalui tulisan. Bukan berarti tetap di online, tetapi juga aktif di gerakan sosial offline. Berkat blog dan aktivitas offline inilah, semua cita-cita saya tercapai satu per satu, baik itu di dunia tulis-menulis, social media, marketing communication dan public relations.

Berkat aktivitas menulis  di blog dan bersosialisasi melalui media Twitter, saya mendapat tawaran dari penerbit untuk menerbitkan novel yang sedang saya kerjakan saat ini. Ini adalah impian saya lima tahun lalu.

leoni acer.2

Sepuluh tahun lalu saya menonton TV di mana ada talkshow di bidang marketing. Saya kagum dengan ilmu marketing salah satu pembicaranya, dan mengidolakannya. Waktu itu saya masih sangat awam dengan bidang marketing communication. Sepuluh tahun kemudian impian saya terwujud. Saya menjadi pembicara di acara yang sama dengan profesor idola saya tersebut. Semua terwujud berkat teknologi digital dan interaksi di social media.

Sudah banyak bukti terwujudnya impian teman-teman, baik secara nasional maupun internasional berkat digital, dunia yang tak mengenal batas wilayah, dan tak mengenal batas impian. Sangat disayangkan bila melihat kenyataan baru 19% penetrasi internet di Indonesia. Masih banyak yang awam IT di sini. Artinya, banyak impian terbuang, yang seharusnya bisa tersampaikan melalui dan memanfaatkan internet.

So, jangan pernah minder dengan impian dan kemampuan kita. Jangan pula meragukan kemampuan orang lain yang memiliki kemauan untuk meraihnya. Usaha dan teknologi mengubah segalanya, semua bergantung pada niat dan usaha kita dalam mewujudkan cita-cita. Berilah diri kita dan orang lain keyakinan dan harapan. Yup, seperti refrain When You Believe”, lagu yang dibawakan duo Mariah Carey & Whitney Houston.

There can be miracles..When you believe
Though hope is frail. It’s hard to kill
Who knows what miracle..You can achieve
When you believe. Somehow you will
You will when you believe

Keajaiban bisa terwujud bila kita memiliki keyakinan dan usaha akan impian itu.

Kita akan menjadi apa yang kita lakukan. Maka lakukanlah sesuatu yang penting
Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan. Maka berpikirlah yang indah