29 September 2023

Penerapan Literasi Digital untuk Penguatan Karakter dalam Kurikulum Merdeka

Bagi manusia, salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki dalam hidup adalah kemampuan literasi. Kemampuan literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis saja, namun juga kemampuan seseorang dalam memperoleh dan memahami informasi dari berbagai sumber. Seiring berjalannya waktu, sumber informasi tidak hanya berasal dari buku saja, namun juga banyak informasi yang bisa didapatkan melalui sumber digital, terutama internet. Oleh karena itu, di masa kini, penting sekali bagi seseorang untuk memiliki kemampuan literasi digital.

Di bidang pendidikan, literasi digital menjadi salah satu aspek yang perlu diajarkan kepada siswa. Dalam Kurikulum Merdeka, literasi digital diperlukan untuk melakukan pendidikan karakter, sehingga siswa bisa membentuk karakter yang kuat dan positif. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan literasi digital dan bagaimana contoh penerapannya dalam pendidikan?


Apa Itu Literasi Digital?

Berdasarkan materi yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., pada seminar Acer Edu Tech 2023 di Surabaya yang bertajuk “Literasi Digital untuk Penguatan Karakter dalam Kurikulum Merdeka”, literasi digital diartikan sebagai penggunaan, pemahaman, keterampilan mengakses, mengelola, mengumpulkan, dan mengevaluasi informasi melalui sumber berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Literasi digital dibagi ke dalam beberapa indikator, yakni sebagai berikut:

  • Creation, innovation, and scholarship
  • Information, data, and media literacies
  • Teaching, learning, and self-development
  • Communication, collaboration, and participation
  • Technical proficiency


Prof. Evi menyampaikan dalam materinya bahwa kelima indikator tersebut menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dan tidak boleh dilewatkan ketika melakukan penerapan literasi digital, utamanya di bidang pendidikan. 


Manfaat Literasi Digital

Literasi digital yang baik dapat membawa banyak manfaat positif bagi masyarakat, antara lain yaitu:

  1. Meningkatkan kemampuan untuk mencari dan memahami informasi sehingga wawasannya bertambah.
  2. Meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berbicara.
  3. Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
  4. Membuat seseorang terbiasa untuk memastikan kebenaran suatu fakta sebelum mempercayainya.
  5. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memahami dan memanfaatkan berbagai teknologi baru yang muncul.
  6. Meningkatkan motivasi seseorang dalam mempelajari hal baru.
  7. Menghindarkan seseorang dari adanya kejahatan atau penipuan yang dilakukan melalui media digital.
  8. Menghemat waktu karena pencarian informasi secara digital dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja.


Contoh Literasi Digital

Literasi digital dapat diterapkan melalui berbagai aktivitas. Contoh literasi digital yang bisa dimanfaatkan guru dan siswa dalam lingkup pendidikan antara lain:


1. Menggunakan Aplikasi dan Perangkat Lunak

Contoh literasi digital yang pertama adalah kemampuan untuk menggunakan berbagai aplikasi dan perangkat lunak dengan efektif. Misalnya seperti mengoperasikan program pengolah dokumen seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel. Selain itu, penggunaan aplikasi desain grafis online seperti Canva juga dapat menjadi salah satu contoh literasi digital yang bisa diterapkan di sekolah.


2. Mencari dan Mengevaluasi Informasi

Guru juga bisa melatih siswa untuk mencari informasi secara online dan mengevaluasi keakuratannya sebelum benar-benar mempercayai informasi tersebut. Hal ini dapat menghindarkan siswa dari penipuan atau berita hoax.


3. Memahami Privasi dan Keamanan Digital

Guru juga perlu mengajarkan kepada siswa pentingnya memahami privasi dan keamanan digital. Dengan begitu siswa bisa mengetahui bagaimana cara melindungi informasi pribadi serta mengamankan perangkat dari ancaman keamanan seperti virus, malware, atau pencurian identitas.


4. Etika Digital

Contoh literasi digital lainnya juga bisa diterapkan melalui pembelajaran mengenai norma-norma etika yang berlaku di dunia digital, seperti menghormati hak cipta, berinteraksi secara santun di dunia maya, dan tidak menyebarkan berita palsu yang mungkin bisa merugikan orang lain.


5. Mengembangkan Konten Digital

Guru bisa memberi tugas kepada siswa untuk membuat konten digital yang berkaitan dengan materi pelajaran di sekolah. Misalnya, siswa diminta untuk membuat konten berupa video yang isinya membahas mengenai materi tertentu yang sedang dipelajari. 


6. Menggunakan Platform Learning Management System

Contoh literasi digital di bidang pendidikan juga bisa dilaksanakan dengan menggunakan platform learning management system (LMS), seperti Jelajah Ilmu. Dengan menggunakan LMS, guru bisa mengelola pembelajaran dengan lebih terorganisir dan tersistem. Selain itu, pembelajaran menggunakan LMS juga bisa dilakukan di mana saja secara online.


Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan Karakter pada Kurikulum Merdeka

Dalam paparannya, Prof. Evi juga menyampaikan bahwa literasi digital telah menjadi salah satu faktor penting yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka, terutama untuk menguatkan pendidikan karakter siswa. Pendidikan karakter sendiri merupakan usaha yang disengaja untuk membantu seseorang dalam memahami, memperhatikan, serta melaksanakan nilai-nilai etika yang inti. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam Kurikulum Merdeka, pendidikan karakter dibagi menjadi enam kategori, yaitu:

  • Beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia
  • Berkebhinekaan global
  • Bergotong-royong
  • Kreatif
  • Bernalar kritis
  • Mandiri


Keenam kategori ini perlu dikembangkan dalam diri siswa, sehingga siswa bisa menjadi insan yang tidak hanya cerdas, namun juga bermartabat. Dengan begitu, siswa bisa memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun tingkat global. Agar guru bisa mengembangkan keenam kategori ini dalam diri siswa, diperlukan penerapan literasi digital yang baik dan menyeluruh dengan melibatkan kelima indikator literasi digital.

Untuk membantu para guru dalam menerapkan literasi digital di bidang pendidikan demi menguatkan karakter siswa, Acer Indonesia meluncurkan Acer Smart School Awards (ASSA). Acer Smart School Awards merupakan penghargaan berskala nasional yang diberikan kepada lembaga sekolah serta insan pendidik yang siap melaksanakan transformasi teknologi di dunia pendidikan. ASSA juga merupakan wadah untuk menginspirasi dan mendorong terciptanya inovasi pendidikan di era digital. Penghargaan ini tersedia untuk empat jenjang pendidikan, yaitu SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.

ASSA 2023 ini merupakan kali ketiga berlangsungnya ASSA yang sudah diadakan sejak 2021. Kali ini, ASSA akan lebih berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci sukses peningkatan mutu dunia pendidikan di masa yang akan datang. Jadwal kegiatan ASSA 2023 sendiri, yaitu sebagai berikut:

  • Periode registrasi → 23 Agustus - 30 September 2023
  • Pembekalan teknis, dialog, dan konsultasi penerapan → September - Oktober 2023
  • Penjurian dan pengumuman → November 2023
  • Penganugerahan pemenang → Desember 2023


Seluruh peserta yang terlibat dalam Acer Smart School Awards 2023, baik institusi sekolah maupun tenaga pendidik, akan melalui proses penjurian oleh dewan juri berikut ini:


1. Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A.

Direktur SLCC Pengurus Besar Persatuan Guru Republik indonesia

2. Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D.

Guru Besar Universitas Terbuka Jakarta (periode 2009 - 2017)

3. Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik indonesia

4. Ir. Rudijanto, M.A.

Vice Operational President, PT Intan Pariwara

5. Fransisca Maya, S.P., M.B.A.

Head of Marketing, Acer Indonesia


Proses penjurian ini diperlukan untuk menentukan pemenang kompetisi dari masing-masing kategori yang tersedia. Untuk kategori pemenang yang terdapat pada ASSA 2023, terdiri atas Kepala Sekolah Inspiratif dan Guru Kreatif, yang tersebar untuk masing-masing jenjang. Selain itu, terdapat pula kategori Jelajah Ilmu Awards yang merupakan hadiah tambahan untuk peserta yang telah menggunakan platform Jelajah Ilmu dalam proses belajar mengajar di sekolah atau madrasah. Anda bisa berpartisipasi dalam kompetisi pendidikan tingkat nasional Acer Smart School Awards 2023 dengan melakukan registrasi melalui tautan berikut http://acerid.com/smartschool/

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya