9 Juni 2025
6 Cara Membuat Video Pembelajaran yang Mudah
Di era e-learning seperti sekarang, video pembelajaran telah menjadi bagian penting dalam aktivitas guru saat menyampaikan materi kepada siswa. Sejak diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi di tahun 2020 lalu, video menjadi alternatif utama pengganti buku cetak sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Video pembelajaran menyajikan materi ajar secara sistematis melalui tayangan visual dan audio, dilengkapi penjelasan yang mudah dipahami serta soal-soal yang relevan. Untuk meningkatkan daya tarik, penggunaan elemen visual seperti animasi, gambar ilustratif, dan suara yang jernih sangat dianjurkan agar siswa tetap fokus dan tidak merasa bosan saat menyimak materi.
Dalam membuat video pembelajaran yang efektif, guru memerlukan beberapa alat bantu seperti kamera, perekam suara, tripod, lighting, dan komputer. Video yang dihasilkan tak hanya menjadi solusi belajar yang fleksibel—bisa diakses kapan saja dan di mana saja—tetapi juga memungkinkan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua. Tantangannya, guru harus mampu berinovasi agar konten video tidak monoton.
Oleh karena itu, melihat contoh video pembelajaran yang sudah ada bisa menjadi inspirasi dalam menciptakan konten yang edukatif sekaligus menyenangkan. Dengan perencanaan yang matang dan kreativitas, media pembelajaran yang menarik bisa menjadi sarana efektif untuk menciptakan proses belajar yang lebih hidup dan bermakna.
Baca Juga: 10 Cara Belajar Efektif di Rumah yang Mudah Siswa Kerjakan
1. Tentukan Materi dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Materi pembelajaran tentunya berasal dari silabus atau perencanaan pembelajaran yang sudah disusun para guru. Dari silabus tersebut, guru menyusun kembali bahan ajar dan indikator pencapaian secara terstruktur. Materi dan indikator tersebut tentunya disesuaikan dengan adaptasi pembelajaran online.
Materi yang disampaikan dianjurkan lebih simpel agar mudah dimengerti murid. Tenang saja, untuk materi yang lebih mendalam, guru bisa membagikan bahan ajar lain, seperti e-book atau jurnal-jurnal yang mendukung pembelajaran murid.
2. Cari Ilustrasi dan Imajinasikan Konsepnya
Setelah materi dan indikator pembelajaran telah tersusun, langkah selanjutnya yaitu mencari ilustrasi dan mengimajinasikan konsep. Dibutuhkan referensi untuk menemukan kreativitas video pembelajaran yang menyenangkan.
Saat mengimajinasikan konsep, dianjurkan berhubungan dengan materi yang disampaikan. Selain hanya berbagai slide presentasi materi, guru bisa menyisipkan kuis tebak gambar atau kuis jawab cepat untuk mencairkan suasana dan membuat kelas kembali ceria.
3. Kumpulkan Aset Audio dan Visual
Langkah selanjutnya, mengumpulkan aset audio dan visual yang tepat. Bisa berupa gambar, video pendek, tabel, diagram, animasi, atau data lain. Audio atau visual yang dikumpulkan bisa berupa karya sendiri. Misalnya, guru musik yang merekam dengan suara sendiri untuk memberi contoh video pembelajaran berbentuk materi, atau guru seni rupa yang memotret karyanya sendiri untuk ditampilkan kepada murid.
Jika guru menggunakan materi audio dan visual dari situs-situs di internet, pastikan berasal dari situs yang kredibel. Selain itu jangan lupa juga untuk mencantumkan sumber saat memasukkan ilustrasi ini ke dalam video, hal ini penting karena adanya aturan copyright ketika menggunakan ilustrasi hasil karya orang lain meski ilustrasi tersebut boleh digunakan untuk umum.
4. Susun Storyline secara Sistematis dan Terstruktur
Setelah semua materi pembelajaran sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah menyusunnya. Guru bisa membuat script dan storyline yang sistematis terlebih dahulu sebelum memasukkan semua materi dan aset audio dan visual.
Script dan storyline berfungsi sebagai pemandu ke mana arah pembicaraan guru ketika direkam nanti. Anda bisa menulis ringkasan materi bahan ajar yang nantinya bisa dibacakan di depan kamera.
5. Rekam Presentasi menjadi Materi Audio Visual
Skrip dan storyline yang sudah dipelajari kemudian jadikan audio visual. Bagi guru yang punya kamera digital atau DSLR, boleh menggunakannya. Namun, jika tidak memiliki kamera digital atau DSLR, Anda bisa menggunakan kamera smartphone.
Sediakan pula tripod untuk menjaga kestabilan video dan lighting video untuk mendukung pencahayaan video. Keduanya mendukung proses rekaman agar lebih bagus.
Kemudian, siapkan juga alat perekam. Bisa menggunakan alat voice recorder atau menggunakan smartphone. Perangkat perekaman dianjurkan diletakkan di dekat sumber suara, ya, seperti saku baju atau yang dekat dengan mulut untuk menghasilkan suara yang lebih jelas.
Baca juga: Sekolah Ramah Anak: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contohnya
6. Olah Menjadi Video yang Menarik
Ketika rekaman video dan ilustrasi sudah terkumpul, melakukan editing menjadi langkah terakhir dari pembuatan video pembelajaran. Panduan edit video tentunya berdasarkan storyline yang sudah disusun dan konsep yang sudah Anda garap. Perlu diperhatikan, dalam proses ini, Guru ditantang untuk berkreasi dan berpikir out of the box agar video pembelajaran menyenangkan dan tidak membuat jenuh murid.
Jumlah slide materi pembelajaran juga perlu diperhatikan. Anda bisa menyisipkan game berupa kuis atau video pendek, jika slide materi yang disampaikan cukup panjang.
Untuk mengedit video, Anda bisa menggunakan beberapa aplikasi yang berbayar maupun gratis, yaitu:
- Movie Maker dari Windows
- Camtasia
- Videoscribe
- Corel Video Studio
- Adobe Premier
Setelah proses editing video selesai, render video dalam format mp4 atau lainnya yang sesuai dengan ketentuan. Jika ingin video pembelajaran yang Anda buat bisa diakses banyak orang, Anda bisa mengunggahnya di platform video, seperti YouTube.
Dibutuhkan skill para guru untuk membuat video pembelajaran dengan media yang menarik. Harapannya, para guru juga bisa mengembangkan kreativitasnya dalam kegiatan belajar mengajar berbasis e-learning. Selain itu, bisa memberikan pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan bagi muridnya.
Membuat video pembelajaran menarik dengan media yang tepat untuk materi belajar sangat membantu menyediakan bahan ajar kepada murid maupun orang tua sehingga dapat meningkatkan efisiensi pembelajaran daring selama masa belajar dari rumah.