PC Desktop atau All-In-One PC?

May 27, 2010

source: www.acer.co.id

Status komputer sebagai alat untuk mendukung pekerjaan kantor ataupun tugas-tugas sekolah sudah tak terbantahkan.  Kalau dulu, jika menyebut komputer atau PC desktop, orang akan langsung membayangkan sebuah perangkat dengan casing besar dan monitor CRT yang juga tak kalah besar yang dapat memenuhi ruang di meja kerja.

Namun, kini masyarakat menginginkan sesuatu yang simple, ringkas sehingga dengan kemajuan teknologi, memungkinkan komputer serta layarnya dibuat lebih ringkas, menjadikan komputer memiliki ukuran yang lebih kecil. Dari sisi konsumsi daya serta efisiensi energi serta performa, malah lebih baik.

Untuk lebih meringkaskan form factor komputer, khususnya komputer desktop, sejumlah produsen utama komputer di seluruh dunia, termasuk Acer, menawarkan seperangkat komputer yang terangkum dalam satu benda. Komputer seperti ini sering disebut sebagai All-in-One PC.

Dari sisi spesifikasi, komputer All-in-One tentu tidak kalah dengan PC deskop konvensional yang terdiri dari tiga bagian utama yakni CPU, monitor serta alat input (keyboard-mouse). PC All-in-One menggabungkan dua komponen utama PC yakni monitor dan CPU ke dalam satu perangkat yang ringkas namun dengan kemampuan dan fitur yang tidak kalah.

Sebagai contohnya adalah PC All-in-One seri AZ5610 dari Acer. PC yang sudah beredar di Indonesia sejak November 2009 ini memiliki prosesor Core 2 Quad Q8400s berkecepatan 2,66GHz, memori DDR3 sebesar 4GB, harddisk 750GB, grafis yang diperkuat chip ATI Mobility Radeon dengan memori video DDR2 independen sebesar 512MB.

source:www.acer.com.au

Kalau disimak dari spesifikasi dasar, komputer desktop ringkas ini tidak kalah dengan PC desktop konvensional.

CPU yang dimiliki ditanam di belakang layar monitor 23 inci beresolusi Full HD 1920×1080 piksel ini. Yang menarik, monitor tersebut memiliki teknologi layar sentuh.

Berkat perbaikan teknologi yang terus dilakukan serta fitur layar multi-touch yang dihadirkan oleh Microsoft pada sistem operasi baru mereka yakni Windows 7, Acer telah merevolusi cara pengguna berinteraksi dengan komputer. Layar multi-touch kini tidak hanya menggantikan mouse, tetapi juga mengubah pendekatan yang kita gunakan terhadap teknologi, dan juga cara kita bekerja.

Memanipulasi objek, memindahkan gambar, bermain game, menulis teks dan lain-lain kini lebih mudah cukup dengan menyentuhkan jari Anda pada layar monitor dan voila! Kontrol aktivitas Anda berada di ujung jari Anda. Cara ini lebih intuitif dalam mengakses dan berinteraksi dengan komputer dibandingkan dengan menggunakan alat input konvensional atau mouse.

Adapun yang menjadi dasar dari pengalaman komputasi yang baru ini adalah Acer TouchPortal yang memungkinkan Anda mengakses file dan perangkat multimedia, drag and drop foto-foto Anda ke album foto, memainkan video, menonton DVD dan beralih dari satu format ke lainnya cukup dengan menekan tombol virtual.

Selain itu desainnya yang ringkas, Acer AZ5610 ini juga masih menyertakan keyboard dan mouse dalam bundel PC All-in-One tersebut. Bedanya, keyboard dan mouse tersebut tidak perlu dihubungkan lewat kabel ke bodi PC dektop tersebut, melainkan lewat udara, memanfaatkan konektivitas Bluetooth yang tersedia di PC. Ini tentunya memudahkan pengguna saat ingin menjelajah internet, misalnya.

Fitur-fitur seperti di atas membuat PC All-in-One menjadi solusi komputasi masa kini, ataupun masa datang. Lihat saja, bila dipasangkan di kantor, ia sanggup menghemat ruang kerja yang sewanya kian mahal. Di pasangkan di rumah, dengan ukurannya ringkas dan desainnya yang menarik, bodinya yang dibalut warna silver dengan aksentuasi garis krom dan marun akan melengkapi ruang kerja Anda sebagai alat bantu untuk menyelesaikan tugas, atau di ruang keluarga sebagai salah satu home entertainment atau pusat hiburan bagi seluruh anggota keluarga.Bahkan, dapat membantu Anda yang mempunyai putra/putri untuk melakukan proses belajar secara interaktif.

Menarik bukan? Jadi, PC atau All-in-one PC?