Jenis-Jenis Cyber Crime Terkini yang Wajib Kamu Tahu!

May 13, 2021

Saat ini, kita memang sudah tidak bisa lepas dari kebutuhan menggunakan internet, baik untuk bekerja, belajar, atau mencari informasi, atau mendapatkan hiburan. Melihat berbagai fungsinya, bukan berarti internet tidak memiliki ancaman berbahaya. Menggunakan internet berarti kamu juga rawan terhadap cyber crime atau kejahatan dunia maya. 

Karena itu, kamu perlu mengetahui jenis-jenis cyber crime agar kamu langsung mengenali aktivitas kejahatan ini begitu melihatnya. Yuk, simak jenis-jenis cyber crime yang ada dan wajib kamu ketahui!

Phishing dan Scam

Phishing adalah penipuan online yang mungkin sering kamu temui di dalam email maupun media sosial. Biasanya, kamu mendapatkan email yang terkesan berasal dari email perusahaan yang meminta kamu memperbarui password atau menginformasikan bahwa aktivitas kamu telah dibatasi karena ada pelanggaran yang dilakukan. 

Saat melihat ini, jangan panik. Ingat terlebih dahulu apakah kamu memang melakukan pelanggaran. Lalu, cek alamat email-nya dengan telitidan pastikan apakah itu memang email resmi dengan mengecek domain email pengirim ([email protected]).

Aktivitas phishing ini biasanya juga diikuti dengan link atau button link yang harus kamu klik. Di sinilah kamu akan diminta mengisi data di link palsu yang sebenarnya tidak seharusnya kamu berikan. 

Pelaku phishing bisa mendapatkan data kamu dari sini. Biasanya, alamat email pelaku phishing ini berisi deretan angka atau huruf yang panjang. Misal, berpura-pura sebagai Google, tapi alamat email yang digunakan adalah [email protected]. Jadi, kamu harus selalu waspada saat menerima email.

Selain itu, di email juga ada aktivitas scam yang biasanya berupa penawaran terbatas sebuah produk atau pemberitahuan bahwa kamu memenangkan hadiah tertentu. Kamu mungkin familier dengan penipuan ini di SMS. Di email, penipuan semacam ini juga dapat kamu temukan. Dengan modus memenangkan penawaran menarik, kamu malah akan diminta mengirimkan uang tanpa sadar.

Jadi, kamu harus berhati-hati dan cermat saat membaca email. Pastikan email yang kamu terima adalah email resmi dan jangan mengklik link apa pun dalam email tersebut sebelum memastikannya. 

Malware atau Virus

Jenis-cybercrime-image

Kalau kejahatan yang satu ini mungkin tidak kamu sadari karena memang tidak terlihat dan terdeteksi kecuali kamu menggunakan antivirus. Malware ini bisa dikemas dalam bentuk apa pun, mulai dari link yang dikirimkan dalam email phishing, link di situs berbahaya, hingga di software tidak resmi yang kamu unduh dari situs tidak resmi pula. Ketika di-install, peretas akan dapat mengakses komputer kamu melalui perangkat lunak tersebut dan memata-matai aktivitas online kamu. Hasilnya, data penting kamu akan mudah dicuri oleh peretas.

Karena itu, kamu harus meng-install antivirus di perangkatmu kamu dan melakukan update secara berkala. Selain itu, kamu juga perlu menghindari mengunjungi situs yang berbahaya agar tidak terserang malware.

Baca juga: Sudah Tahu Apa Perbedaan Dark Web dan Deep Web?

Ransomware

Jika malware hanya menyerang data kamu dan membuatnya terserang virus, ransomware dapat menginfeksi komputer kamu dan membuat data di dalamnya terenkripsi hingga tidak dapat diakses. Biasanya, pelaku yang menyebarkan ransomware akan meminta tebusan untuk mengembalikan data kamu. Namun, tidak ada jaminan bahwa kamu akan mendapatkan data kamu kembali.

Karena itu, pastikan kamu jangan meng-install software berbahaya dari situs tidak resmi. Selain itu, kamu bisa mengambil rencana pemulihan data agar data kamu bisa langsung dipulihkan dari Cloud saat hal ini terjadi. Yang pasti, selalu buat cadangan data, baik di Cloud maupun di penyimpanan lokal seperti external harddisk atau flashdisk.

Pencurian Identitas

Kejahatan lainnya adalah pencurian identitas. Biasanya, aksi kejahatan ini menyerang toko online atau situs yang menyimpan data pelanggan. Peretas akan mengakses backend situs tersebut dan mencuri data yang diinginkan. Selanjutnya, data tersebut dapat digunakan untuk hal lainnya, misalnya berbelanja menggunakan kartu kredit. Karena itu, pastikan kamu mengaktifkan konfirmasi keamanan berganda dan tidak menyimpan data kartu kredit kamu dalam sebuah website.

Pencurian Data Perusahaan

Jenis-cybercrime-banner

Lain lagi halnya dengan kasus pencurian yang satu ini. Pencurian data perusahaan biasanya menyasar perusahaan besar dan juga mengincar data yang besar (Big Data). Tindak kejahatan ini bahkan dapat menyerang perusahaan besar, seperti yang belum lama ini terjadi pada salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Yang dicuri dapat berupa data pelanggan, aktivitas online mereka, hingga data penting perusahaan.

Baca juga: 5 Cara Penting Perlindungan Data Pribadi Online Kamu

Sekarang, kamu sudah mengetahui jenis-jenis cyber crime yang ada saat ini dan bagaimana cara mengatasinya. Pastikan kamu selalu menggunakan internet untuk keperluan positif dan lakukan aktivitas internet yang aman. Hindari situs berbahaya dan selalu cek terlebih dahulu sebelum memasukkan data kamu ke situs apa pun.