19 Oktober 2026

Rekam Medis Elektronik :
Manfaat dan Infrastruktur yang Dibutuhkan Fasilitas Kesehatan

Digitalisasi layanan kesehatan membuat fasilitas kesehatan perlu beradaptasi dengan cara baru dalam mengelola informasi pasien. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah penerapan rekam medis elektronik (RME) yang memungkinkan data kesehatan pasien dicatat, disimpan, dan dikelola dalam format digital.

Penerapan RME dapat membantu fasilitas kesehatan mengelola informasi dengan lebih terintegrasi sekaligus mendukung proses pelayanan yang lebih efisien. Namun, semakin banyak data kesehatan yang dikelola secara digital, semakin besar pula kebutuhan terhadap infrastruktur IT yang mampu menangani workload, penyimpanan, keamanan, dan akses data secara andal.

Karena itu, implementasi RME tidak hanya membutuhkan software atau sistem informasi kesehatan, tetapi juga infrastruktur komputasi yang dapat mendukung operasional fasilitas kesehatan dalam jangka panjang.

Key Summaries:

  • Rekam medis elektronik (RME) membantu fasilitas kesehatan mengelola informasi pasien secara digital, mendukung efisiensi pelayanan, dan mempermudah integrasi data kesehatan.
  • Infrastruktur RME perlu memperhatikan kapasitas server dan storage, konektivitas jaringan, keamanan data, serta strategi backup dan business continuity.
  • Penyimpanan RME harus memperhatikan keamanan, keutuhan, kerahasiaan, dan ketersediaan data sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.
  • Server rumah sakit yang andal dan scalable dapat membantu menangani pertumbuhan data, aplikasi kesehatan, database, serta workload analitik dan AI.
  • Altos BrainSphere™ R3-8F6 mendukung kebutuhan komputasi enterprise melalui dual Intel Xeon Scalable, memori DDR5 ECC Registered, storage fleksibel, konektivitas hingga 100GbE, serta opsi ekspansi GPU.

Apa Itu Rekam Medis Elektronik?

Rekam medis elektronik atau RME merupakan sistem pencatatan digital yang digunakan untuk menyimpan berbagai informasi terkait pelayanan kesehatan pasien. Data yang tercatat meliputi identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis, serta informasi kesehatan lainnya.

Berbeda dengan rekam medis konvensional yang disimpan dalam bentuk dokumen fisik, RME memungkinkan informasi kesehatan dikelola secara digital. Hal ini membuat data lebih mudah diproses oleh sistem dan dapat mendukung pertukaran informasi sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Di Indonesia, penyelenggaraan rekam medis telah diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Regulasi tersebut menggantikan Permenkes Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 dan saat ini tercatat berstatus berlaku pada JDIH Kementerian Kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan pedoman variabel dan metadata dalam penyelenggaraan RME melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1423/2022.

Manfaat Rekam Medis Elektronik bagi Fasilitas Kesehatan

Penerapan RME dapat memberikan berbagai manfaat bagi fasilitas kesehatan, terutama dalam pengelolaan informasi yang semakin kompleks. Beberapa manfaatnya meliputi:

1. Memudahkan Pengelolaan Data Pasien

Data pasien dapat disimpan secara digital sehingga tenaga kesehatan dan pihak terkait dapat mengelola informasi melalui sistem yang digunakan fasilitas kesehatan. Hal ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik.

2. Mendukung Efisiensi Pelayanan

Informasi pasien yang tersedia secara digital dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh data yang dibutuhkan dalam proses pelayanan. Pengelolaan informasi yang lebih terstruktur juga dapat mendukung alur kerja fasilitas kesehatan.

3. Mendukung Integrasi Data Kesehatan

RME dapat menjadi bagian dari ekosistem digital yang menghubungkan berbagai sistem dan layanan kesehatan. Integrasi tersebut penting ketika fasilitas kesehatan perlu bertukar informasi dengan sistem lain sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Mempermudah Penyimpanan dan Pengelolaan Informasi

Ketika jumlah pasien dan data kesehatan terus bertambah, pengelolaan dokumen fisik dapat menjadi semakin kompleks. Penyimpanan digital memungkinkan fasilitas kesehatan mengelola data dalam infrastruktur yang dapat dikembangkan sesuai pertumbuhan kebutuhan.

5. Mendukung Analitik dan Pengembangan Layanan

Data digital yang terstruktur juga dapat menjadi sumber informasi untuk kebutuhan analitik. Dalam jangka panjang, data tersebut dapat mendukung evaluasi operasional, perencanaan layanan, hingga pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI.

Ketentuan Penyimpanan Rekam Medis Elektronik di Indonesia

Penyimpanan menjadi salah satu aspek penting dalam implementasi RME karena data kesehatan termasuk informasi yang perlu dijaga keamanan dan kerahasiaannya. Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 mengatur bahwa penyimpanan RME harus menjamin keamanan, keutuhan, kerahasiaan, dan ketersediaan data rekam medis elektronik.

Regulasi tersebut juga menetapkan prinsip keamanan data dan informasi RME yang mencakup kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Artinya, fasilitas kesehatan perlu memiliki sistem yang tidak hanya mampu menyimpan data, tetapi juga menjaga agar data terlindungi dari akses yang tidak berwenang, tetap utuh, dan dapat tersedia ketika dibutuhkan.

Dengan kebutuhan tersebut, fasilitas kesehatan perlu mempertimbangkan infrastruktur penyimpanan yang memiliki kapasitas memadai, dapat dikembangkan, serta dilengkapi strategi keamanan dan pencadangan data.

Media Penyimpanan Rekam Medis Elektronik

Media penyimpanan RME dapat menggunakan infrastruktur penyimpanan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan dan arsitektur IT masing-masing fasilitas kesehatan. Pilihannya dapat mencakup server on-premise, storage terpusat, maupun infrastruktur cloud atau hybrid cloud.

Server on-premise dapat memberikan fasilitas kesehatan kendali lebih besar terhadap infrastruktur dan lokasi penyimpanan data. Sementara itu, cloud dapat menawarkan fleksibilitas dalam menyediakan resource sesuai kebutuhan. Fasilitas kesehatan juga dapat menggunakan pendekatan hybrid untuk mengombinasikan infrastruktur lokal dan cloud.

Apa pun pendekatan yang digunakan, kapasitas penyimpanan perlu dipersiapkan untuk menghadapi pertumbuhan data. Selain dokumen administrasi dan informasi pasien, sistem kesehatan digital dapat menghasilkan data dari berbagai aplikasi dan perangkat pendukung lainnya.

Karena itu, media penyimpanan RME sebaiknya tidak hanya dipilih berdasarkan kapasitas awal, tetapi juga mempertimbangkan skalabilitas, performa, keamanan, redundansi, dan kemudahan pengelolaan.

Tantangan dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik

Menerapkan RME dalam fasilitas kesehatan tidak hanya berkaitan dengan migrasi dari dokumen fisik ke sistem digital. Infrastruktur IT juga harus mampu mengikuti peningkatan jumlah pengguna, data, dan aplikasi yang berjalan secara bersamaan.

Salah satu tantangannya adalah menjaga performa sistem ketika workload meningkat. Sistem RME harus tetap dapat mendukung akses data secara responsif, sementara fasilitas kesehatan mungkin juga menjalankan aplikasi lain seperti sistem informasi rumah sakit, laboratorium, radiologi, farmasi, hingga aplikasi administrasi.

Keamanan juga menjadi tantangan penting. Data kesehatan perlu dilindungi dari akses yang tidak berwenang serta risiko kehilangan atau kerusakan data. Oleh karena itu, fasilitas kesehatan membutuhkan pendekatan keamanan yang mencakup perangkat keras, jaringan, software, kontrol akses, serta prosedur pengelolaan data.

Selain itu, fasilitas kesehatan perlu menyiapkan strategi backup dan business continuity. Gangguan pada infrastruktur tidak seharusnya membuat data dan layanan digital berhenti begitu saja. Infrastruktur yang memiliki redundansi dan mekanisme pemulihan dapat membantu mengurangi dampak ketika terjadi gangguan.

Infrastruktur IT yang Dibutuhkan untuk Mendukung Rekam Medis Elektronik

Implementasi RME membutuhkan infrastruktur IT yang mampu menangani pertumbuhan workload digital. Infrastruktur dengan performa tinggi, storage yang scalable, konektivitas cepat, serta fleksibilitas ekspansi dapat membantu fasilitas kesehatan mempersiapkan sistem untuk kebutuhan saat ini sekaligus perkembangan di masa mendatang.

1. Server dan Storage yang Andal

Server menjadi salah satu komponen utama dalam infrastruktur RME. Server bertugas menangani aplikasi dan berbagai proses komputasi yang dibutuhkan sistem, sedangkan storage digunakan untuk menyimpan data yang terus bertambah.

Untuk kebutuhan enterprise, fasilitas kesehatan dapat mempertimbangkan server dengan prosesor multi-core, kapasitas RAM besar, storage yang dapat dikembangkan, serta dukungan hot-swap. Konfigurasi tersebut dapat memberikan fleksibilitas ketika workload dan kebutuhan penyimpanan meningkat.

Dalam skala yang lebih besar, infrastruktur server juga dapat digunakan untuk workload lain di luar RME, seperti sistem informasi rumah sakit, database, analitik data, hingga aplikasi AI.

2. Infrastruktur Jaringan

RME membutuhkan konektivitas yang stabil karena berbagai pengguna dan sistem perlu mengakses data melalui jaringan. Infrastruktur jaringan dengan bandwidth tinggi dapat membantu mendukung komunikasi antara server, storage, workstation, serta perangkat lain yang terhubung dalam lingkungan fasilitas kesehatan.

Konektivitas juga semakin penting ketika fasilitas kesehatan memiliki beberapa unit atau lokasi. Infrastruktur jaringan yang dirancang dengan baik dapat membantu memastikan komunikasi data tetap berjalan sesuai kebutuhan operasional.

3. Sistem Keamanan Data

Keamanan data perlu menjadi bagian dari desain infrastruktur sejak awal. Sistem dapat dilengkapi dengan mekanisme autentikasi, kontrol akses, enkripsi, monitoring, serta segmentasi jaringan untuk membantu melindungi informasi kesehatan.

Selain perlindungan terhadap akses tidak sah, fasilitas kesehatan juga perlu memperhatikan integritas dan ketersediaan data. Hal ini sejalan dengan prinsip keamanan RME yang mencakup kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data.

4. Backup dan Business Continuity

Backup menjadi komponen penting untuk mengantisipasi kehilangan atau kerusakan data. Fasilitas kesehatan perlu memiliki strategi pencadangan yang teratur serta mekanisme pemulihan yang dapat digunakan ketika terjadi gangguan.

Business continuity juga perlu diperhitungkan ketika merancang server rumah sakit. Infrastruktur dengan komponen redundan, seperti redundant power supply, dapat membantu mengurangi risiko downtime akibat kegagalan salah satu komponen.

Dukung Transformasi Digital Fasilitas Kesehatan dengan Altos BrainSphere™ R3-8F6

Untuk mendukung kebutuhan komputasi enterprise, fasilitas kesehatan membutuhkan server yang mampu menangani workload dengan performa tinggi sekaligus menyediakan ruang untuk pengembangan infrastruktur di masa depan. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah Altos BrainSphere™ R3-8F6.

Server ini dirancang dengan konfigurasi dual 4th/5th Gen Intel Xeon Scalable dan mendukung kapasitas memori serta storage yang besar. Dengan kombinasi tersebut, Altos BrainSphere™ R3-8F6 dapat menjadi bagian dari infrastruktur IT untuk mendukung berbagai kebutuhan digital fasilitas kesehatan, termasuk aplikasi enterprise, database, analitik, hingga pengembangan AI.

1. Performa Komputasi untuk Workload Enterprise

Altos BrainSphere™ R3-8F6 menggunakan dual 4th/5th Gen Intel Xeon Scalable (Sapphire Rapids-SP) yang dirancang untuk kebutuhan komputasi enterprise. Server ini memiliki 32 slot DIMM yang mendukung DDR5-4800/5600 ECC Registered.

Kapasitas memori tersebut memberikan fleksibilitas bagi fasilitas kesehatan yang menjalankan berbagai workload secara bersamaan. Selain sistem RME, server dapat digunakan untuk mendukung database, aplikasi rumah sakit, analitik, dan workload enterprise lainnya.

Dari sisi storage, server mendukung hingga 12 drive berukuran 3.5” atau 2.5” SATA/SAS/NVMe hot-swap serta dua M.2 NVMe. Konfigurasi ini memberikan pilihan penyimpanan yang fleksibel sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan.

2. Infrastruktur yang Dapat Dikembangkan Sesuai Kebutuhan

Kebutuhan infrastruktur fasilitas kesehatan dapat berkembang seiring bertambahnya pengguna, data, aplikasi, dan layanan digital. Karena itu, kemampuan ekspansi menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan ketika memilih server.

Altos BrainSphere™ R3-8F6 menyediakan hingga delapan slot PCIe 5.0 dan dua slot OCP 3.0 PCIe 5.0 yang mendukung konektivitas hingga 100GbE. Server ini juga memiliki satu dedicated IPMI untuk kebutuhan pengelolaan sistem.

Dari sisi daya, konfigurasi 1200W 80 PLUS Titanium dengan sistem redundant 1+1 membantu mendukung kebutuhan operasional server enterprise. Fasilitas kesehatan dapat menyesuaikan konfigurasi infrastruktur seiring pertumbuhan workload dan kebutuhan sistem.

3. Siap Mendukung Pengembangan AI dan Analitik

Selain RME, fasilitas kesehatan kini juga dapat memanfaatkan AI dan analitik untuk mendukung berbagai kebutuhan digital. Pengembangan tersebut membutuhkan infrastruktur komputasi yang dapat menangani workload dengan kebutuhan resource yang lebih tinggi.

Altos BrainSphere™ R3-8F6 menyediakan dukungan opsional hingga empat GPU double-width. Kemampuan ekspansi ini dapat menjadi fondasi untuk workload yang membutuhkan akselerasi GPU, termasuk pengembangan AI dan analitik data.

Dengan dukungan prosesor enterprise, kapasitas memori besar, storage yang fleksibel, konektivitas cepat, serta opsi ekspansi GPU, server ini dapat dipersiapkan tidak hanya untuk kebutuhan infrastruktur saat ini, tetapi juga pengembangan workload digital fasilitas kesehatan di masa depan.

Perkuat Infrastruktur Digital Fasilitas Kesehatan Bersama Acer

Penerapan rekam medis elektronik merupakan bagian penting dari transformasi digital fasilitas kesehatan. Namun, keberhasilan implementasinya tidak hanya bergantung pada aplikasi yang digunakan. Infrastruktur IT yang memiliki performa tinggi, kapasitas penyimpanan yang dapat dikembangkan, konektivitas cepat, keamanan, serta kemampuan ekspansi juga diperlukan untuk mendukung pertumbuhan workload.

Altos BrainSphere™ R3-8F6 dapat menjadi salah satu pilihan infrastruktur komputasi enterprise untuk fasilitas kesehatan yang membutuhkan server dengan kemampuan komputasi, storage, networking, dan ekspansi yang fleksibel.

Mulai siapkan infrastruktur IT yang lebih siap untuk kebutuhan digital fasilitas kesehatan. Shift to Acer now dan temukan solusi enterprise yang sesuai dengan kebutuhan organisasi kamu.

FAQ

1. Apa itu rekam medis elektronik (RME)?

Rekam medis elektronik adalah rekam medis yang dibuat dan dikelola menggunakan sistem elektronik untuk mencatat informasi identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis, dan informasi terkait pelayanan kesehatan.

2. Apa manfaat RME bagi fasilitas kesehatan?

RME membantu mempermudah pengelolaan data pasien, mendukung efisiensi pelayanan, meningkatkan integrasi informasi kesehatan, serta menyediakan data digital untuk kebutuhan analitik dan pengembangan layanan.

3. Infrastruktur apa yang dibutuhkan untuk mendukung RME?

Infrastruktur RME mencakup server, storage, jaringan yang stabil, sistem keamanan data, serta mekanisme backup dan pemulihan untuk mendukung ketersediaan layanan.

4. Bagaimana aturan penyimpanan rekam medis elektronik di Indonesia?

Penyelenggaraan RME diatur melalui Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Penyimpanannya perlu menjamin keamanan, keutuhan, kerahasiaan, dan ketersediaan data.

5. Mengapa fasilitas kesehatan membutuhkan server dengan kemampuan ekspansi?

Kemampuan ekspansi membantu fasilitas kesehatan menyesuaikan kapasitas komputasi, memori, penyimpanan, dan akselerasi GPU seiring bertambahnya data serta kebutuhan aplikasi digital.

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya