2 Maret 2026

Peran Efisiensi Thermal pada Altos BrainSphere GB10 F1 dalam Menghemat Konsumsi Daya Data Center

Di negeri dengan iklim tropis seperti Indonesia, sistem pendinginan pada data center membutuhkan daya yang sangat besar. Bahkan, sering kali mengkonsumsi energi yang hampir setara dengan kebutuhan daya server itu sendiri. Akibatnya, biaya operasional menjadi sangat tinggi.

Terlebih jika perusahaan menjalankan komputasi AI tingkat tinggi. Panas yang dihasilkan oleh perangkat sangat besar. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan bengkaknya tagihan listrik, tetapi juga memicu fenomena thermal throttling yang menurunkan performa sistem. Akibatnya, banyak perusahaan menghabiskan uang pada sistem pendingin ruangan yang lebih kompleks dan mahal guna menjaga perangkat tetap bekerja optimal.

Mencapai keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi energi kini menjadi prioritas utama bagi setiap IT Manager maupun pemilik bisnis. Menekan nilai Power Usage Effectiveness (PUE) tidak lagi hanya bergantung pada kecanggihan sistem pendingin ruangan, melainkan pada pemilihan arsitektur perangkat keras yang tepat. Lantas, bagaimana infrastruktur komputasi dapat memberikan performa maksimal tanpa mengeluarkan panas berlebih pada ekosistem pusat data? Baca terus artikel ini untuk mendapatkan jawabannya.

Efisiensi Termal Sebagai Kunci

Di Indonesia, biaya listrik untuk sistem pendinginan sering kali mencapai 40% dari total pengeluaran operasional IT. Jika sebuah server menghasilkan panas berlebih, perusahaan terpaksa meningkatkan kapasitas pendingin ruangan yang secara otomatis meningkatkan nilai PUE. Semakin tinggi nilai PUE suatu pusat data, semakin tidak efisien penggunaan energinya, yang berujung pada pemborosan anggaran.

Solusinya adalah dengan menjalankan strategi Green Computing untuk menekan emisi karbon. Strategi ini dapat diwujudkan dengan berinvestasi pada perangkat keras yang dirancang lebih efisien secara termal sehingga mengurangi beban kerja pada sistem pendingin. Hal ini memungkinkan implementasi pusat data yang lebih padat dalam ruang terbatas tanpa risiko overheat, sekaligus menciptakan ekosistem IT yang lebih ramah lingkungan.

Cara Altos BrainSphere GB10 F1 dalam Mengelola Panas

Sebagai solusi, Acer melalui lini Altos menawarkan sebuah perangkat yang menawarkan pengelolaan energi yang cerdas yakni Altos BrainSphere GB10 F1

Salah satu keunggulannya adalah rasio performa per watt yang sangat tinggi. Di saat server AI konvensional dengan kemampuan PetaFLOP biasanya membutuhkan daya ribuan watt, perangkat ini mampu memberikan daya komputasi yang setara dengan konsumsi daya maksimal hanya 170W. Angka ini setara dengan kebutuhan energi sebuah komputer desktop standar, namun dengan output performa kelas data center.

Rendahnya konsumsi daya 170W ini memberikan dampak terhadap efisiensi operasional melalui beberapa aspek berikut:

  • Karena daya yang dikonsumsi sangat rendah, panas yang dilepaskan ke ruangan menjadi minimal. Hal ini secara otomatis mengurangi beban kerja pendingin udara, sehingga biaya listrik pendinginan dapat ditekan secara signifikan.
  • Berbeda dengan server rak yang membutuhkan suhu ruangan sangat rendah dan stabil, unit ini dapat dioperasikan di ruang kantor biasa tanpa perlu instalasi pendingin khusus.
  • Karena panas yang dikeluarkan rendah, perusahaan dapat menempatkan lebih banyak perangkat dalam satu area tanpa risiko overheat. Hal ini memungkinkan peningkatan kapasitas komputasi AI tanpa harus memperluas bangunan atau menambah kapasitas daya listrik.
  • Konsumsi energi yang efisien membantu data center mencapai nilai Power Usage Effectiveness (PUE) yang lebih baik, sekaligus mendukung inisiatif perusahaan dalam mengurangi jejak karbon operasional IT.


Kombinasi antara performa 1 PetaFLOP dan konsumsi daya 170W membuktikan bahwa kekuatan komputasi AI masa depan tidak harus dibayar dengan pemborosan energi. Dengan meminimalkan panas sejak dari sumbernya, Altos BrainSphere GB10 F1 memberikan solusi paling efektif bagi perusahaan di Indonesia yang ingin melakukan ekspansi teknologi secara berkelanjutan dan hemat biaya.

Ingin tahu lebih banyak tentang solusi NGFW Acer? Segera hubungi Acer Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya