Agar Blog Perusahaan Sehat dan Bugar

June 3, 2010

Facebook dan Twitter telah menyihir kita. Bahkan perusahaan-perusahaan yang dulu begitu fokus mengurus blog, kini mulai ikut arus massal menuju dua media sosial itu. Setiap hari mereka hanya memikirkan bagaimana memperbarui status di dua media sosial itu. Tapi mereka justru melupakan blog sebagai base camp, pusat aktivitas media sosial.

Di mayantara, saya mulai melihat ada blog perusahaan yang hidup segan mati pun ogah. Isinya sudah lama tak diperbarui. Pengunjungnya pun merosot drastis. Tak ada komentar baru dari pembaca. Bahkan ada blog perusahaan yang tak bisa dibuka lagi karena belum membayar ongkos sewa hosting. Padahal ibarat kembang, blog perusahaan harus terlihat segar setiap saat agar pembaca terus berdatangan. Membiarkan blog seperti kembang yang tak pernah disiram air, atau bahkan mematikannya di tengah jalan, akan membuat citra dan reputasi perusahaan jatuh di mata konsumen. Perusahaan mana pun tentu tak menginginkan hal ini terjadi bukan?

Para guru media sosial berujar, perusahaan seperti itu perlu mencontoh rekan-rekan bisnisnya yang mampu mempertahankan kelangsungan blog untuk mendukung strategi marketing dan kehumasan. Caranya tak terlalu sulit dan membutuhkan biaya besar. Hanya dibutuhkan keseriusan, keteguhan, dan sedikit kesabaran.

Untuk mewujudkan blog yang segar setiap saat, misalnya, perusahaan cukup memperbarui isinya. Harus selalu ada tulisan-tulisan yang baru dan aktual setiap periode tertentu. Ada begitu banyak stok topik yang bisa ditulis. Jadi tak ada alasan bagi sebuah perusahaan yang telah memutuskan membuat blog untuk kehabisan bahan tulisan. Rencana pengembangan usaha, produk dan layanan baru, profil CEO baru, kiat-kiat bisnis hanyalah sekadar contoh tentang ide-ide yang bisa diulas di blog perusahaan. Anda bahkan bisa mewawancarai konsumen tentang kesan mereka terhadap produk atau layanan perusahaan. Posting tak harus berupa teks, melainkan bisa juga dalam bentuk audio, grafik, atau video.

Yang perlu diingat, blog bukan tempat berjualan. Tulisan di blog perusahaan jangan sampai terpeleset menjadi iklan yang banal. Blog bukan papan reklame. Ia bukan semata-mata tempat perusahaan Anda menjual barang atau jasa. Blog adalah ruang percakapan antara perusahaan dan konsumen. Di situlah konsumen mencari jawaban dan opini yang jujur, serta informasi transparan. Blog membuka peluang perusahaan untuk memperoleh insight dari konsumen. Iklan yang terang-terangan hanya akan membuat konsumen pergi dan tak datang lagi.

Tak perlu khawatir bila perusahaan tak mendapatkan laba dari blog. Keuntungan datang secara tidak langsung dari blog. Perusahaan-perusahaan besar percaya konsumen akan loyal semata-mata bukan oleh godaan iklan, melainkan karena mutu produk dan servis yang memuaskan. Blog merupakan salah satu cara perusahaan memberikan servis tambahan kepada konsumen.

Lebih baik Anda memanfaatkan blog untuk merefleksikan roh perusahaan, visi, misi, tujuan, juga etika bisnis yang dianut manajemen. Dengan demikian, konsumen mendapatkan peneguhan atas kesan yang mereka peroleh sebelumnya melalui produk atau jasa yang mereka beli. Blog adalah bagian dari brand experience. Dia harus konsisten dan selaras dengan citra yang ingin dibentuk oleh perusahaan. Bila selama ini citra perusahaan yang tecermin lewat jasa yang dijual adalah kecepatan, misalnya, sungguh ganjil jika blog perusahaan malah lambat diakses.

Bagaimana menurut Anda?

>> picture taken from here.