Yuk, Cari Tahu Kenapa Chatbot Kini Sangat Diminati!

January 9, 2018

Chatbot diprediksi akan menjadi tren baru bisnis digital di tahun ini. Kemampuannya mengotomatisasi beberapa bidang layanan dianggap efektif untuk memberi  pelayanan pelanggan. Bahkan, tingkat akurasi program chatbot bisa mencapai 90% dalam pemahaman permintaan.

Sekadar informasi, chatbot adalah program yang dapat ditanam dalam aplikasi messaging dan berinteraksi dengan pengguna seolah sedang mengobrol dengan manusia. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ini secara otomatis dapat menanggapi pertanyaan dan keluhan pengguna dengan baik. Dengan begitu, chatbot bisa meningkatkan customer engagement karena mengutamakan komunikasi dua arah dan kecepatan dalam berinteraksi dengan pelanggan.

Saat ini, spAcer bisa berinteraksi dengan chatbot melalui platform messenger, seperti Facebook Messenger, LINE, BBM, Google, hingga Telegram. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa bisnis ternama yang mengadopsi layanan virtual ini, khususnya untuk pelayanan pelanggan (customer service).

Jadi, jika kamu adalah pebisnis atau memiliki toko online, tak ada salahnya untuk mengetahui lebih banyak tentang fakta dan kemampuan chatbot.

Baca juga:  Aplikasi Yang Memudahkan Upload Video Dari PC Ke Instagram

  1. Alat Marketing Generasi Terbaru

Program chatbot mampu memberikan kepuasan pelanggan dengan kemampuannya merespons berbagai pertanyaan yang berbeda-beda dengan cepat. Contoh paling menarik adalah chatbot dari perusahaan ritel ternama H&M melalui aplikasi chatting. Selain dapat selalu online 24 jam 7 hari nonstop, chatbot milik H&M juga cukup pintar karena mampu memberikan rekomendasi pakaian melalui pertanyaan-pertanyaan seperti jenis kelamin, umur, hingga style pakaian pelanggan. Karena mampu memberikan rekomendasi yang tepat, pada akhirnya pelanggan yang merasa puas akan membeli pakaian tersebut.

  1. Brand Engagement

Saat ini, ada banyak kampanye pemasaran yang benar-benar inovatif. Di antara sekian banyak kampanye tersebut, ada satu kampanye yang standout, yaitu kampanye chatbot Disney untuk film Zootopia. Disney membuat chatbot dari karakter utama kartun, yaitu Judy Hopp, yang mengajak pelanggan untuk bertualang seru dengan dialog interaktif melalui Facebook Massager.

Cara Disney ini ternyata berhasil membuat penggemar masuk ke dalam alur cerita film dengan cara yang mengasyikkan. Hasilnya, satu penggemar bisa menghabiskan waktu rata-rata 10 menit untuk berinteraksi dengan bots. Disney pun bisa meraih keuntungan 1 miliar dolar secara global dalam waktu tiga bulan pertama peluncuran film tersebut.

Baca juga: Tips Membangun Bisnis Yang Social Media Savvy

  1. Biaya Lebih Murah Dibandingkan Aplikasi

Mengembangkan chatbot tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun dianggap tidak semahal membangun aplikasi. Saat ini, sudah banyak perusahaan yang tidak terlalu fokus membuat aplikasi. Aplikasi membutuhkan biaya besar untuk dikembangkan, terutama aplikasi berkualitas tinggi untuk Android dan iOS, sementara keuntungan yang didapatkan tidak terlalu besar.

  1. Pelanggan Tidak Perlu Mengunduh Bots

Setiap pemilik smartphone diharuskan mengunduh aplikasi. Di negara berkembang seperti Indonesia, banyak pengguna smartphone yang enggan mengunduh banyak aplikasi karena alasan keterbatasan memori ponsel. Sebaliknya, bentuk chatbot yang seperti halaman web bisa digunakan tanpa perlu diundah terlebih dahulu.

  1. Menjangkau Pelanggan Lebih Luas

Karena chatbot sebagian besar ditemukan di platform media sosial dan aplikasi messanger atau chatting, maka chatbot dapat menjangkau banyak pelanggan tanpa batas. Bukan suatu rahasia lagi bahwa orang lebih memilih pesan instan dibandingkan SMS atau telepon. Anand Chandrasekaran, Facebook’s Director of Platform and Product Partnerships, mengungkapkan bahwa Facebook Messenger memiliki lebih dari 1,2 miliar pengguna aktif per bulan. Hal ini menjadi bukti bahwa chatbot bisa menjadi salah satu alat pemasaran yang paling berguna.

program chatbot

  1. Lebih Hemat Dibandingkan Mempekerjakan karyawan

Sebagai solusi alternatif, tidak menutup kemungkinan bila chatbot kelak akan menjadi customer service di masa depan. Secara umum chatbot bisa digunakan menangani seribu pelanggan sekaligus dibandingkan satu karyawan yang hanya dapat menangani satu pelanggan dalam satu waktu. Tentu saja, cara ini dapat memberi dampak di aspek penghematan biaya perusahaan dalam jangka panjang.

Pada gilirannya, penggunaan program chatbot dalam suatu bisnis tak hanya bisa membuat pelanggan selalu puas, tetapi juga di sisi karyawan. Karyawan akan lebih dapat mencurahkan perhatiannya pada pekerjaan lain dalam operasional perusahaan. Dengan begini, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam operasional bisnisnya.